Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

AKU, KAMU DAN TAKDIR an novel by Dahlia Prihatini

Bagian 4 "Saat terus bersinggungan denganmu, harapanku bahwa kamu adalah bagian dari takdirku" Dalam perjalanan ke Yogyakarta Alika lebih banyak diam di mobil, kendati sang adik terus mengajaknya berbincang, ia hanya menjawab seadanya.  "Kak Al, nanti kakak ikut aku, ibu, sama ayah ke borobudur temple, or stay in hotel nih?" Ucap Salsa pada sang kakak yang masih setia melihat sepanjang jalan tol. "Ya masa kakak kamu udah jauh-jauh ke Jogja, cuma diem di hotel aja sal, ya pasti ikut kita dong jalan-jalan keliling Jogja termasuk ke borobudur." Ibu yang mewakili isi hati Alika. "I don't wanna say anything for you, because my mother explain to you, arachi? " balas Alika akhirnya, karena adiknya yang tak paham juga dengan dirinya yang tak ingin melanjutkan percakapan. Lagipula pertanyaan adiknya sangatlah unfaedah, karena ia sudah pasti ikut kemana pun mereka pergi, pikir Alika. " arasseoyo, eonnie. Hajiman, non eomeonineun naega eomeoniiyey...

AKU, KAMU DAN TAKDIR an novel by Dahlia Prihatini

 Bagian 3 -"Takdir memang selucu itu, semua terjadi tanpa rencana, seolah semesta menuntunku mendekat ke arahmu"- "Ya jadi gitu ceritanya, Al." Ucap Salwa setelah selesai berbincang dengan Alika. Sebenarnya tidak bisa dibilang berbincang karena hanya Salwa yang sibuk bercerita sedangkan Alika hanya fokus menyerap informasi yang dia terima dari temannya tersebut. Berdasarkan informasi yang Alika terima, Kak Fahri bersama dua orang temannya akan berangkat 2 minggu lagi untuk kompetisi debat tersebut, tepatnya berada di Yogyakarta. 'Tempat istimewa untuk seseorang yang istimewa pula' gumam Alika dalam hatinya. ///// Seminggu sudah Alika disibukan dengan UTS berbagai mata kuliah yang diambilnya pada semester ini, Alika pikir sekarang sudah saatnya ia mulai mencari tahu lebih jauh tentang si lelaki Ar-Rahman. Pencarian informasi pertama Alika memulai dari yang paling mudah yakni media sosial, yup zaman sekarang hal paling mudah untuk mendapatkan informasi tentang...

Seni Mengagumi

Ciptaan Tuhan memang sangat menakjubkan. Makhluk hidup maupun bukan, semua memiliki keindahannya sendiri. Pernah kudengar bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dimuka bumi. Untuk manusia, perasaan adalah sebuah hal yang fitrah, tergantung bagaimana cara menyikapinya. Aku bahagia saat melihatnya, mungkin bukan seperti kisah love at first sight, tapi aku sungguh terpikat oleh keindahannya. Dia seperti oase, menyejukkan dan memberikan ketenangan untukku. Tanpa sadar aku mengaguminya! Aku menyukai caranya memandang sebuah hal, dia adalah salah satu ciptaan Tuhan yang ku syukuri kehadirannya dan ku amini kebahagiaannya. Dia tak perlu tahu bahwa aku mengaguminya, biarlah Tuhan saja mengirimkan doaku untuknya. Aku tak tahu bagaimana caranya melihatku, juga bagaimana pandangannya terhadapku, dan tak ingin tahu juga sepertinya, karena mengagumi bukan berarti ingin dikagumi.  Aku ingin semuanya tetap menjadi misteri. Ketika waktunya tiba, akan terlihat apakah takdir...