Langsung ke konten utama

Postingan

Being A Teacher, Change My Life

Postingan terbaru

Being an introvert

Sebagian orang di belahan dunia memilih hangout bareng teman, nonton konser, story about life update, bahkan ngga jarang habisin waktu mereka sampe malam saat libur. But sebagian yang lain memilih untuk rebahan di kasur sambil menelusuri timeline sosial media menjelang akhir pekan. Kedua pilihan tersebut ngga ada yang salah, sah sah aja kalau memang hal tersebut bisa lo jadiin charging buat ngisi energi lo beberapa waktu ke depan. Sebagai seorang ISFJ, gue masih punya energi buat gabung nongkrong bareng teman, jalan sana sini, dan ngedengerin cerita sampe malam, but after that, gue ngerasa kayak puyo alias lemes ngga ada tenaga, masih sama kayak si introvert pada umumnya yang energinya akan habis kalau dipakai buat interaksi sama orang banyak, event lu ketemu sama orang-orang yang bikin lo goodmood seharian. Tetap aja, introvert pasti bakalan capek kalau harus ngelakuin aktivitas seharian bareng banyak manusia. Kalau lo lihat gue bisa nyaman interaksi sama orang banyak, ya itu kare...

AKU, KAMU DAN TAKDIR an novel by Dahlia Prihatini

Bagian 4 "Saat terus bersinggungan denganmu, harapanku bahwa kamu adalah bagian dari takdirku" Dalam perjalanan ke Yogyakarta Alika lebih banyak diam di mobil, kendati sang adik terus mengajaknya berbincang, ia hanya menjawab seadanya.  "Kak Al, nanti kakak ikut aku, ibu, sama ayah ke borobudur temple, or stay in hotel nih?" Ucap Salsa pada sang kakak yang masih setia melihat sepanjang jalan tol. "Ya masa kakak kamu udah jauh-jauh ke Jogja, cuma diem di hotel aja sal, ya pasti ikut kita dong jalan-jalan keliling Jogja termasuk ke borobudur." Ibu yang mewakili isi hati Alika. "I don't wanna say anything for you, because my mother explain to you, arachi? " balas Alika akhirnya, karena adiknya yang tak paham juga dengan dirinya yang tak ingin melanjutkan percakapan. Lagipula pertanyaan adiknya sangatlah unfaedah, karena ia sudah pasti ikut kemana pun mereka pergi, pikir Alika. " arasseoyo, eonnie. Hajiman, non eomeonineun naega eomeoniiyey...

AKU, KAMU DAN TAKDIR an novel by Dahlia Prihatini

 Bagian 3 -"Takdir memang selucu itu, semua terjadi tanpa rencana, seolah semesta menuntunku mendekat ke arahmu"- "Ya jadi gitu ceritanya, Al." Ucap Salwa setelah selesai berbincang dengan Alika. Sebenarnya tidak bisa dibilang berbincang karena hanya Salwa yang sibuk bercerita sedangkan Alika hanya fokus menyerap informasi yang dia terima dari temannya tersebut. Berdasarkan informasi yang Alika terima, Kak Fahri bersama dua orang temannya akan berangkat 2 minggu lagi untuk kompetisi debat tersebut, tepatnya berada di Yogyakarta. 'Tempat istimewa untuk seseorang yang istimewa pula' gumam Alika dalam hatinya. ///// Seminggu sudah Alika disibukan dengan UTS berbagai mata kuliah yang diambilnya pada semester ini, Alika pikir sekarang sudah saatnya ia mulai mencari tahu lebih jauh tentang si lelaki Ar-Rahman. Pencarian informasi pertama Alika memulai dari yang paling mudah yakni media sosial, yup zaman sekarang hal paling mudah untuk mendapatkan informasi tentang...

Seni Mengagumi

Ciptaan Tuhan memang sangat menakjubkan. Makhluk hidup maupun bukan, semua memiliki keindahannya sendiri. Pernah kudengar bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dimuka bumi. Untuk manusia, perasaan adalah sebuah hal yang fitrah, tergantung bagaimana cara menyikapinya. Aku bahagia saat melihatnya, mungkin bukan seperti kisah love at first sight, tapi aku sungguh terpikat oleh keindahannya. Dia seperti oase, menyejukkan dan memberikan ketenangan untukku. Tanpa sadar aku mengaguminya! Aku menyukai caranya memandang sebuah hal, dia adalah salah satu ciptaan Tuhan yang ku syukuri kehadirannya dan ku amini kebahagiaannya. Dia tak perlu tahu bahwa aku mengaguminya, biarlah Tuhan saja mengirimkan doaku untuknya. Aku tak tahu bagaimana caranya melihatku, juga bagaimana pandangannya terhadapku, dan tak ingin tahu juga sepertinya, karena mengagumi bukan berarti ingin dikagumi.  Aku ingin semuanya tetap menjadi misteri. Ketika waktunya tiba, akan terlihat apakah takdir...

If I Out of Comfort Zone

 Hai, apa kabar? semoga kalian semua sehat-sehat ya di masa pandemi kayak sekarang. i have any question for all of you guys.. pernah gak kalian ada dalam situasi yang gak kalian rencanain? atau pernah gak kalian jenuh dengan apa yang kalian jalanin sehari-hari? Mungkin kalian semua pernah ngalamin hal kayak gitu, well manusia pasti bakal ngalamin satu titik dalam hidup mereka yang ngeharusin mereka survive atau keluar dari zona nyaman mereka. Mungkin bisa dibilang manusia normal  akan mengalami hal ini setidaknya satu kali dalam hidup mereka atau bisa lebih. yang jelas karena sifat alamiah manusia yang gak pernah puas akan sesuatu atau selalu ingin mencari tahu yang ngebuat seringkali manusia keluar dari zona nyaman mereka. misal aja nih, seorang traveller yang suatu waktu pengen jadi backpacker saat touringnya, atau contoh lain seorang penulis yang suatu waktu pengen jadi sutradara buat tulisannya, atau seorang pelajar yang pengen jadi tutor buat orang di sekitar mereka. Menu...

AKU, KAMU DAN TAKDIR an novel by Dahlia Prihatini

Bagian 2 "Takdir seperti menegaskan, bahwa hadirnya memang selalu menjadi rahasia" Hari ini adalah hari pertama dimulainya perkuliahan semester baru setelah para mahasiswa baru menghadapi kegiatan orientasi yang melelahkan, mahasiswa lama maupun baru mulai menjalani aktifitas perkuliahan, begitupun dengan Alika.  Alika berangkat dengan menggunakan sepeda motor matic miliknya. Jalanan sangat ramai dan sepertinya Alika akan telat mengikuti mata kuliah pagi ini jika motornya saja tidak bisa bergerak maju akibat kemacetan ibu kota.  "Astagfirullah, hari pertama kuliah masa telat si. Hmm sebenernya salah gue juga si berangkat senin pagi gini gak ngitung estimasi macet." Alika bermonolog sambil merutuki dirinya sendiri. Sampai di parkiran, Alika dipusingkan dengan masalah parkiran yang penuh, "Ya ampun, ini kenapa ada aja ya masalah gue dari tadi. Udah kena macet, gak dapet parkiran, trus apa lagi.." lagi-lagi dirinya bermonolog. Dengan berat hati dirinya berkel...