Langsung ke konten utama

Being A Teacher, Change My Life

- Berawal dari ketidaksengajaan menjadi keindahan yang luar biasa.-


Awal mula milih kependidikan sebagai jurusan yang kuambil waktu sbmptn itu memang gak pernah terbayangkan sama sekali sih. Bagaimana aku akan mengajar, bagimana aku akan mendampingi muridku, serta bagaimana aku berjibaku dengan dinamika kehidupan sebagai guru. Aku cuma berpikir, sekiranya jurusan apa yang cocok dengan nilai try out ku pada saat itu. 


Tapi memang benar ya, bahwa Allah itu memberi segala hal yang kita butuhkan tepat dengan segala porsinya. Aku yang orangnya lumayan teratur dalam segala hal, diberikan keberkahan dengan menjadi guru. Ritmeku yang gak terlalu cepat, tetapi juga tidak cenderung lama, Allah kasih kemudahan dengan menjadi guru.


Pas kuliah belajar banyak banget teori belajar, pas magang di salah satu sekolah waktu itu, ketemu sama murid-murid yang kebetulan masih belajar secara hybrid pasca pandemi, jadi bener-bener paham, kalau semua teori yang dipelajari saat di kampus, pengaplikasiannya akan sangat amat berbeda di lapangan. Aku belajar yang namanya kedinamisan pekerjaan disana. Aku sadar, mereka itu makhluk hidup yang sedang dalam masa perkembangan terbaiknya dan pastinya isi kepalanya berbeda setiap anak.


Aku jadi belajar pemecahan berbagai masalah dengan berbagai kepribadian. Aku jadi banyak belajar hal baru dengan cara berpikir mereka yang cenderung kritis, makin banyak mengajar, makin banyak ilmu baru yang aku dapatkan. Gak jarang juga, bukan cuma mereka yang belajar dariku, tetapi aku juga banyak belajar dari mereka. Tentang bagaimana bahagia itu sangat sederhana, tersenyum itu mudah, dan kebersamaan itu anugerah.


Aku jadi makin yakin, bahwa awal mula ketidaktahuanku dalam memilih kuliah kependidikan, menjadi jalan hidupku dalam menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. 


Fyi, sekarang aku sudah menjadi salah satu guru di sekolah swasta, aku pun banyak belajar disini, beragam dinamika kelas yang pernah kuarungi disini mengajarkanku bahwa mengajar bukan hanya tentang profesi atau pekerjaan, sejatinya menjadi guru adalah kebermanfaatan yang bisa menjadi bekalku di dunia maupun di akhirat kelak.


Aku bersyukur menjadi seorang guru,

Aku bangga menjadi pendidik,

Aku akan terus belajar untuk menjadi guru yang lebih baik.

Being A Teacher, Change My Life!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKU, KAMU DAN TAKDIR an novel by Dahlia Prihatini

Assalamualaikum teman-teman readers blog gue! Apa kabar? semoga kalian  selalu mendapat perlindungan dari Allah swt. Amiin!! hari ini gue mau sharing tulisan gue terkait sastra fiksi, ya emang masih amatir si dalam penulisan but gue berharap kalian suka and enjoy for reading ya guys! ANONIM Cerita ini mungkin terdengar aneh bagi beberapa orang, tapi tidak bagi Sang Maha Pemilik Kehidupan. Betapa takdir begitu rumit mempersatukan sepasang hati anak manusia. Kejutan-kejutan yang selalu datang tanpa diminta. Pertemuan-pertemuan yang menguak banyak rahasia. Ini kisah tentang sebuah pencarian, prinsip hidup, keimanan, dan cinta. Prolog Manusia memang tidak mengetahui bagaimana Tuhan menggariskan hidupnya. Takdir seperti apa yang dipilihkan Tuhan untuk seorang manusia memanglah akan selalu menjadi misteri yang terungkap seberjalannya waktu. Begitupun dengan takdir yang dijalani gadis cantik berumur 24 tahun ini, ia berdiri di dalam ruangan kerjanya yang terletak...

AKU, KAMU DAN TAKDIR an novel by Dahlia Prihatini

Bagian 2 "Takdir seperti menegaskan, bahwa hadirnya memang selalu menjadi rahasia" Hari ini adalah hari pertama dimulainya perkuliahan semester baru setelah para mahasiswa baru menghadapi kegiatan orientasi yang melelahkan, mahasiswa lama maupun baru mulai menjalani aktifitas perkuliahan, begitupun dengan Alika.  Alika berangkat dengan menggunakan sepeda motor matic miliknya. Jalanan sangat ramai dan sepertinya Alika akan telat mengikuti mata kuliah pagi ini jika motornya saja tidak bisa bergerak maju akibat kemacetan ibu kota.  "Astagfirullah, hari pertama kuliah masa telat si. Hmm sebenernya salah gue juga si berangkat senin pagi gini gak ngitung estimasi macet." Alika bermonolog sambil merutuki dirinya sendiri. Sampai di parkiran, Alika dipusingkan dengan masalah parkiran yang penuh, "Ya ampun, ini kenapa ada aja ya masalah gue dari tadi. Udah kena macet, gak dapet parkiran, trus apa lagi.." lagi-lagi dirinya bermonolog. Dengan berat hati dirinya berkel...

Motivasi masa kini

Assalamualikum. Wr. Wb Hai semua pembaca blog gue! Semoga kalian semua selalu dilimpahkan rahmat dan karunia dari Allah swt.. Amiin Nah di tulisan kali ini gue bakal sedikit sharing ni sama kalian semua. Fyi, gue sekarang lagi menempuh pendidikan di salah satu Universitas di Jakarta gais, ehehe ga penting si sebenernya, but will be important cause apa yang akan gue share disini berhubungan sama that's thing. Biar kayak cerita-cerita di tv, hehehe Semua berawal dari masa ketika gue kelas tiga sekolah menengah atas, ya sebenarnya sekolah gue itu sekolah Islam tetapi levelnya bisa dibilang setara dengan SMA negeri lainnya (sedikit improve promo MAN). Ini agak sedih si,  ketika rata-rata dari temen-temen gue udah nentuin PTN mana yang mau mereka pilih atau jurusan apa yg bakal mereka ambil, sementara gue masih gatau bakal nerusin kuliah dimana atau ngambil jurusan apa. Ya Allah.. Ya dulu gue emang gitu amat gaes ehehe maklumin aja dulu ya..  Lalu tibalah saat-saat y...