Langsung ke konten utama

Being an introvert

Sebagian orang di belahan dunia memilih hangout bareng teman, nonton konser, story about life update, bahkan ngga jarang habisin waktu mereka sampe malam saat libur. But sebagian yang lain memilih untuk rebahan di kasur sambil menelusuri timeline sosial media menjelang akhir pekan. Kedua pilihan tersebut ngga ada yang salah, sah sah aja kalau memang hal tersebut bisa lo jadiin charging buat ngisi energi lo beberapa waktu ke depan.

Sebagai seorang ISFJ, gue masih punya energi buat gabung nongkrong bareng teman, jalan sana sini, dan ngedengerin cerita sampe malam, but after that, gue ngerasa kayak puyo alias lemes ngga ada tenaga, masih sama kayak si introvert pada umumnya yang energinya akan habis kalau dipakai buat interaksi sama orang banyak, event lu ketemu sama orang-orang yang bikin lo goodmood seharian. Tetap aja, introvert pasti bakalan capek kalau harus ngelakuin aktivitas seharian bareng banyak manusia.

Kalau lo lihat gue bisa nyaman interaksi sama orang banyak, ya itu karena pasti gue nyaman sama lingkungannya dan sefrekuensi sama orang-orangnya. Gue masih menjadi manusia rumahan yang nyaman ngga keluar rumah sampe beberapa hari, gue masih suka males ngangkat telepon dari orang, gue masih sering mengekspresikan perasaan gue lewat tulisan, dan masih menjadi orang yang paling suka mengamati orang yang menarik perhatian. HAHA!

Menemukan circle yang positif dan mendukung bagi gue perlu banget. Sebagai seorang introvert yang agak susah mengungkapkan apa yang dirasa, gue perlu banget menemukan tempat dimana gue nyaman mengungkapkan apapun tanpa overthink. Makanya kalau lo liat orang-orang di circle gue hanya bisa dihitung jari, ya itu wajar, menurut gue untuk friendship itu sedikit tapi bermakna lebih baik daripada banyak tetapi cuma bikin trust issue. HEMM.

Menjadi introvert emang gampang-gampang susah, gue berani nyampein pendapat di muka umum, cuma terkadang ada rasa malas kalau dalam diskusinya gue merasa ngga sejalan. Ya sebenarnya yang lebih dihindari adalah konfrontasinya sih, yup, gue dengan segala penghindaran konfrontasinya. Introvert itu bukan sifat tapi kepribadian. Gue bukan sosok pemalu yang kalau ngeliat orang masuk ke dalam cangkang kayak komang-komang. Lebih kepada lelah dan energinya terserap kalau udah ketemu, interaksi apalagi sampai ngobrol panjang lebar sama orang lain.

Jadi kalau suatu saat lo liat gue menghindari manusia atau kerumunan bukan karena gue malas atau ngga mau interaksi dengan mereka, tetapi gue harus menyimpan energi gue untuk beberapa waktu ke depan. Apalagi kalau sudah ketemu sama si ekstrovert, HAHA baru ngelihat saja energi gue sudah berkurang hampir ¼ nya.

Oke, jadi yang bisa gue garisbawahi di tulisan ini bahwa introvert itu bukan ngga bisa interaksi sama manusia, melainkan energi mereka yang memang gampang habis, mungkin harus bawa charger atau powerbank kalau kemana-mana. HAHA. Jadi stop judging si introvert adalah manusia sombong. Karena kami pun bisa menjadi manusia paling ramah dan bersahabat dengan orang yang kami kehendaki.

See You!

Jakarta, 03 Mei 2024

Dahlia

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKU, KAMU DAN TAKDIR an novel by Dahlia Prihatini

Assalamualaikum teman-teman readers blog gue! Apa kabar? semoga kalian  selalu mendapat perlindungan dari Allah swt. Amiin!! hari ini gue mau sharing tulisan gue terkait sastra fiksi, ya emang masih amatir si dalam penulisan but gue berharap kalian suka and enjoy for reading ya guys! ANONIM Cerita ini mungkin terdengar aneh bagi beberapa orang, tapi tidak bagi Sang Maha Pemilik Kehidupan. Betapa takdir begitu rumit mempersatukan sepasang hati anak manusia. Kejutan-kejutan yang selalu datang tanpa diminta. Pertemuan-pertemuan yang menguak banyak rahasia. Ini kisah tentang sebuah pencarian, prinsip hidup, keimanan, dan cinta. Prolog Manusia memang tidak mengetahui bagaimana Tuhan menggariskan hidupnya. Takdir seperti apa yang dipilihkan Tuhan untuk seorang manusia memanglah akan selalu menjadi misteri yang terungkap seberjalannya waktu. Begitupun dengan takdir yang dijalani gadis cantik berumur 24 tahun ini, ia berdiri di dalam ruangan kerjanya yang terletak...

AKU, KAMU DAN TAKDIR an novel by Dahlia Prihatini

Bagian 2 "Takdir seperti menegaskan, bahwa hadirnya memang selalu menjadi rahasia" Hari ini adalah hari pertama dimulainya perkuliahan semester baru setelah para mahasiswa baru menghadapi kegiatan orientasi yang melelahkan, mahasiswa lama maupun baru mulai menjalani aktifitas perkuliahan, begitupun dengan Alika.  Alika berangkat dengan menggunakan sepeda motor matic miliknya. Jalanan sangat ramai dan sepertinya Alika akan telat mengikuti mata kuliah pagi ini jika motornya saja tidak bisa bergerak maju akibat kemacetan ibu kota.  "Astagfirullah, hari pertama kuliah masa telat si. Hmm sebenernya salah gue juga si berangkat senin pagi gini gak ngitung estimasi macet." Alika bermonolog sambil merutuki dirinya sendiri. Sampai di parkiran, Alika dipusingkan dengan masalah parkiran yang penuh, "Ya ampun, ini kenapa ada aja ya masalah gue dari tadi. Udah kena macet, gak dapet parkiran, trus apa lagi.." lagi-lagi dirinya bermonolog. Dengan berat hati dirinya berkel...

Motivasi masa kini

Assalamualikum. Wr. Wb Hai semua pembaca blog gue! Semoga kalian semua selalu dilimpahkan rahmat dan karunia dari Allah swt.. Amiin Nah di tulisan kali ini gue bakal sedikit sharing ni sama kalian semua. Fyi, gue sekarang lagi menempuh pendidikan di salah satu Universitas di Jakarta gais, ehehe ga penting si sebenernya, but will be important cause apa yang akan gue share disini berhubungan sama that's thing. Biar kayak cerita-cerita di tv, hehehe Semua berawal dari masa ketika gue kelas tiga sekolah menengah atas, ya sebenarnya sekolah gue itu sekolah Islam tetapi levelnya bisa dibilang setara dengan SMA negeri lainnya (sedikit improve promo MAN). Ini agak sedih si,  ketika rata-rata dari temen-temen gue udah nentuin PTN mana yang mau mereka pilih atau jurusan apa yg bakal mereka ambil, sementara gue masih gatau bakal nerusin kuliah dimana atau ngambil jurusan apa. Ya Allah.. Ya dulu gue emang gitu amat gaes ehehe maklumin aja dulu ya..  Lalu tibalah saat-saat y...